Hari minggu di pekan pertama berada di Leeds, kami diajak oleh Mr Hywel mengunjungi Temple Newsam, sebuah rumah menyerupai istana bekas tempat tinggal orang kaya di Leeds. Sebenarnya nama ‘Temple’ bukan berarti bangunan ini menyerupai candi seperti yang kita kenal di Indonesia, kata ‘Temple’ diambil dari kata ‘Templar’ (Knights Templar/ksatria templar) yang pada abad ke 11 menguasai wilayah itu. Kemudian pada tahun 1500-an wilayah ini diserahkan pada Thomas Lord Darcy, setelah itu dibangunlah istana di atas tanah yang luas.

Dalam sejarahnya Temple Newsam sempat beberapa kali berpindah pemilik, sampai pada awal abad 20 sang pemilik tidak sanggup lagi membayar pajak pada pemerintah, yang menyebabkan istana ini dijual murah pada pemerintah. Selanjutnya pemerintah menjadikan tempat ini sebagai museum dan objek wisata.


Bangunan utama Temple Newsam terdiri dari tiga tingkat, setiap tingkatnya terdiri dari banyak ruangan. Hampir diseluruh ruangan dipenuhi dengan lukisan antik, juga meubel yang masih terjaga orisinalitasnya. Hamparan tanah disekitar istana yang sangat luas dulunya juga menjadi wilayah kekuasaan Temple Newsam. Dihari minggu, banyak warga Leeds yang meluangkan waktunya disini, sekedar bermain-main bersama keluarga ataupun menganjak jalan-jalan binatang peliharaannya. Namun sayang sekali ada larangan untuk mengambil foto didalam istana sehingga kami hanya bisa berfoto ria di luarnya saja.

Hari itu matahari sesekali menyembul dibalik awan, namun sesekali juga turun hujan rintik-rintik, orang bilang itulah ciri khas Inggris yang cuacanya tidak menentu dan sering berubah. Menunggu bis jemputan yang tak kunjung datang ditengah udara dingin disertai angin yang bertiup kencang, membuat kami menggigil berada diluar istana. Syukurlah sekitar pukul 14.30 akhirnya bis kami datang juga, kami segera bergegas naik untuk menghindari dinginnya udara, kemudian bis kami meluncur menuju hotel. Ahhh dingin…

0 komentar: